Jumat, 21 September 2012

ALAT NAVIGASI SEXTAN

Sextan Merupakan salah satu alat navigasi di kapal yang gunanya untuk menentukan sudut antara kapal dengan benda-benda lain di luar kapal baik benda-benda didarat maupun dengan benda-benda angkasa ( misalnya matahari, bulan, bintang, dsb ).
Sextan


Cara Pengoperasian
1.    Ambil sextan dari kotak penyimpanan dengan menggunakan tangan kiri pada bagian pangkalnya lalu pindahkan ke tangan kanan (pegang pada bagian handle / pegangannya).
2.    Atur alhidade dan nonius pada kedudukan 0 (nol), sisihkan kaca berwarna yang tidak perlu.
3.    Cari nilai koreksi index benda yang akan diukur dengan cara memutar nonius dan dicatat.
4.    Ukur sudut benda yang akan kita ukur dengan mengatur alhidade sedemikian rupa.
5.    Putar sekrup halus sehingga bayangan benda menjadi satu dengan benda lain.  Atau dalam pengukuran secara vertikal atur bayangan benda angkasa tepat menyinggung cakrawala / horizon.
a. Pada pengukuran matahari yang disinggungkan pada cakrawala adalah tepi bawah / tepi atas.
b. Pada pengukuran bulan yang disinggungkan dengan cakrawala adalah tepi atas.
c. Pada pengukuran bintang dan planet, yang disinggungkan pada cakrawala/horizon adalah titik pusatnya.
6.    Catat hasil pengukurannya dan pada saat pengukuran benda angkasa catat pula waktu saat benda angkasa tersebut menyinggung cakrawala.
7.    Catat juga hal-hal lain yang perlu diperhatikan antara lain :
         a. Waktu dan tanggal pembaringan.
         b. Posisi duga kapal.
         c. Haluan kapal.
         d. Tinggi mata.

Perawatan Sextan
1.    Sextan harus dijaga benar-benar jangan sampai jatuh. Atau mendapat getaran yang berlebihan.
2.    Bila sextan telah digunakan bersihkan dengan lap dan simpan kembali ke dalam kotaknya dengan baik dan kunci rapat, serta jauhkan dari suhu tinggi (mis. sinar matahari langsung) dan jauhkan juga dari uap air.
3.    Sewaktu mengeluarkan sextan dari dalam kotak, yang harus dipegang pada kerangkanya atau pegangannya (handle) dan jangan sekali-kali memegang pada bagian busur, alhidade atau teropongnya.
4.    Secara periodik bagian-bagian yang bergerak harus diberi minyak pelumas.
5.    Lem bidang busur jangan dibuat mengkilap.
6. Apabila sextan disimpan dalam jangka waktu yang panjang hendaknya busur dan poros berulir dilapisi dengan vaselin.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►